ABOUT US

Our development agency is committed to providing you the best service.

OUR TEAM

The awesome people behind our brand ... and their life motto.

  • Neila Jovan

    Head Hunter

    I long for the raised voice, the howl of rage or love.

  • Mathew McNalis

    Marketing CEO

    Contented with little, yet wishing for much more.

  • Michael Duo

    Developer

    If anything is worth doing, it's worth overdoing.

OUR SKILLS

We pride ourselves with strong, flexible and top notch skills.

Marketing

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

Websites

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

PR

Development 90%
Design 80%
Marketing 70%

ACHIEVEMENTS

We help our clients integrate, analyze, and use their data to improve their business.

150

GREAT PROJECTS

300

HAPPY CLIENTS

650

COFFEES DRUNK

1568

FACEBOOK LIKES

TIMELINE

Ini dia tanggal-tanggal penting yang perlu dicatat!
OLMAT UINSA 2017

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya kembali menyapa adik-adik semua dengan acara tahunannya yakni Olimpiade Matematika 2017. Olimpiade ini diselenggarakan untuk jenjang MI/SD islam, MTs/SMP Islam dan MA/SMA Islam. Seperti yang telah diketahui bahwa, olimpiade matematika ini merupakan salah satu acara terbesar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, dan perlu diketahui juga olimpiade matematika (olmat) tahun ini akan diselenggarakan se-Jawa, dengan 19 rayon (Surabaya, Probolinggo, Malang, Jember, Banyuwangi, Lamongan, Jombang, Kediri, Madiun, Pamekasan,Pasuruan, Bandung, Jakarta, Surakarta, Yogyakarta, Kudus, Cirebon, Semarang dan Purwokerto) yang telah disiapkan untuk babak penyisihan, dan untuk babak semifinal maupun final diselenggarakan di UIN Sunan Ampel Surabaya.

  • value="1" data-thickness=".2" class="skill1" tabindex="-1" readonly="readonly" style="width: 36px; height: 21px; position: absolute; vertical-align: middle; margin-top: 21px; margin-left: -50px; border: 0px none; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; font: bold 12px Arial; text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); padding: 0px;" type="text">
    Pendaftaran

    01 April 2017 - 03 September 2017

  • value="2" data-thickness=".2" class="skill2" tabindex="-1" readonly="readonly" style="width: 36px; height: 21px; position: absolute; vertical-align: middle; margin-top: 21px; margin-left: -50px; border: 0px none; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; font: bold 12px Arial; text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); padding: 0px;" type="text">
    Babak Penyisihan Rayon

    10 September 2017

  • value="3" data-thickness=".2" class="skill3" tabindex="-1" readonly="readonly" style="width: 36px; height: 21px; position: absolute; vertical-align: middle; margin-top: 21px; margin-left: -50px; border: 0px none; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; font: bold 12px Arial; text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); padding: 0px;" type="text">
    Babak Semifinal

    16 September 2017

STRATEGY & CREATIVITY

Phasellus iaculis dolor nec urna nullam. Vivamus mattis blandit porttitor nullam.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh perspective and effective marketing to each project.

Tampilkan postingan dengan label My Creativity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Creativity. Tampilkan semua postingan
  • All About My Dream

    Sejak aku masuk Sekolah Dasar, aku sudah memiliki sebuah cita-cita. Cita-cita yang pertama kali aku miliki adalah menjadi seorang guru. Aku tidak tahu menjadi seorang guru adalah keinginanku sendiri atau karena melihat figur kedua orang tuaku yang menjadi seorang guru. Aku masih ingat ketika guruku menanyakan mengenai cita-cita untuk yang pertama kalinya.
    “Sekarang ibu mau bertanya, apa cita-cita kalian satu persatu!” seru Bu Yuli kepada murid yang sedang duduk dengan rapi di bangkunya masing-masing.
    “Ayo mulai dari kamu!” Bu Yuli menunjuk ke arah Lia yang duduk di depan deretan pertama.
    “Jadi dokter, bu!”
    “Jadi Polwan, bu!”
    “Jadi TNI, bu!”
    Semua anak menjawab dengan gembira dan bersemangat. Tetapi aku masih belum tahu apa yang menjadi cita-citaku. Sebuah profesi yang aku inginkan ketika aku besar nanti. Tiba giliranku untuk menjawab pertanyaan Bu Yuli.
    “Ayo Vita, apa cita-citamu?” tanya Bu Yuli lagi ketika aku terdiam untuk berfikir.
    “Ehm, jadi guru bu!” Entah dari mana aku bisa mengatakan jika aku ingin menjadi seorang guru, namun ku pikir itu tidaklah buruk.
    “Guru ya? Ternyata anakku ada juga yang punya cita-cita menjadi guru.” Ucap Bu Yuli sambil terseyum kecil.
    “Ayo Febri, apa cita-citamu?” Bu Yuli bertanya lagi pada anak yang lain.
    “Jadi Pramugari, bu!”
    “Guru ya? Ternyata anakku ada juga yang punya cita-cita menjadi guru.”. Kata-kata Bu Yuli itu terus terngiang di telingaku. Dan itu meyakinkanku untuk memiliki sebuah cita-cita yang sama dengan profesi kedua orang tuaku.
    Waktu terus berjalan, aku masih bercita-cita untuk menjadi seorang guru. Aku terus memikirkan bagaimana aku bisa menjadi seorang guru sedangkan aku tak yakin karena aku bukanlah orang yang mampu bergaul dengan baik.
    Suasana di dalam rumah begitu sepi karena semua keluargaku tidak ada di rumah. Ayah dan Ibuku bekerja, sedangkan kakakku sekolah. Tinggal aku yang ada di rumah karena saat itu ada rapat guru dan sekolah di liburkan sehari.
    Tak ada yang bisa aku kerjakan selain menonton TV. Menonton sinema yang menjadi favoritku dan keluargaku. Awalnya aku tidak begitu peduli dengan jalan ceritanya, ya karena jalan cerita sinema Indonesia sangat mudah di tebak. Tetapi entah mengapa sinema itu cukup menarik perhatianku. Sinema itu bercerita tentang seseorang yang mengabdikan diri untuk menjadi seorang guru untuk anak jalanan.
    Sinema itu menjadikan hatiku bergetar dan ingin sekali menjadi seperti itu. Karena sinema itu, aku mempunyai keinginan untuk membangun sebuah sekolah untuk anak jalanan yang mana mereka tidak di pungut biaya sedikitpun baik gedung, SPP, seragam,ataupun buku. Yang mana di Indonesia masih banyak anak yang putus sekolah karena kemiskinan.
    Tapi darimana aku bisa dapat biaya untuk membangun sekolah itu? Pertanyaan itu mulai berputar di kepalaku. Apa cukup hanya menjadi seorang guru dapat membangun sebuah sekolah lengkap dengan fasilitasnya? Mungkin jika menjadi seorang dosen itu semua dapat terwujud. Lagipula jika menjadi dosen tidak perlu banyak menjelaskan seperti halnya menjadi guru. Sudah ku putuskan, aku ingin menjadi seorang dosen bukan lagi menjadi seorang guru agar keinginanku untuk membangun sekolah itu dapat terwujud.
    “Kamu ingin menjadi dosen jurusan apa?” tanya Ibuku saat aku bercerita ingin menjadi seorang dosen.
    “Gak tau.” Jawabku singkat. Aku tidak pernah tau jika untuk menjadi dosen harus memikirkan harus menjadi dosen jurusan tertentu.
    “Oh, lebih baik kamu menjadi dosen jurusan matematika. Karena matematika itu di butuhkan di masyarakat!”
    Aku hanya mengangguk pelan.
    Apa iya aku bisa menjadi seorang dosen jurusan matematika? Sedangkan kemampuanku menghitung tak begitu bagus. Aku hanya bisa mengerjakan soal-soal yang baru di terangkan, namun setelah beberapa tahun semuanya hilang. Atau lebih tepatnya kemampuan mengingatku buruk. Mungkin aku akan memikirkan lagi tentang menjadi dosen untuk jurusan apa.
    Saat aku menginjak kelas 8, di adakan sebuah tes untuk mengukur IQ dan mengetahui minat siswa. IQ ku tak buruk karena ternyata aku masuk ke dalam kategori yang cukup tinggi. Dan untuk minatku, tertulis jika minat tertinggiku jatuh pada menyelesaikan problem orang atau singkatnya seperti psikologi.
    Benar juga, aku memang suka sekali jika diminta mendengarkan masalah yang dimiliki teman-temanku. Apa lebih baik aku menjadi dosen untuk jurusan Psikologi? Lagi pula menjadi psikologi itu bukanlah hal yang buruk.
    “Vit, ini ada edaran untuk menjadi agen pulsa!” seru ayahku ketika aku sedang mengerjakan tugas PKN yang semua mengenai Undang-Undang, membuat kepalaku pusing. “Kamu mau? Jadi tabunganmu jangan di simpan tapi di buat modal ini.” Ayahku memanglah seorang guru, tetapi ayahku sangat berbakat dalam bidang bisnis.
    “Oh iya, mau yah!” Jawabku singkat sambil terus mengerjakan tugas.
    Ayahku benar-benar mendaftarkanku untuk menjadi agen pulsa. Katanya, jika uang tabunganku di masukkan dalam celengan itu tidak akan menambah jumlahnya. Kalau di jadikan modal seperti ini kita bisa mendapatkan untung atau singkatnya uang yang kita miliki bisa bertambah.
    Pertama kali menjadi agen pulsa, aku hanya menjual kepada keluargaku saja karena aku tidak berani menawarkan kepada teman-temanku. Tetapi semua berubah ketika temanku meminta tolong untuk membelikan pulsa karena jarak rumahnya yang jauh dari counter pulsa.
    “Oh, aku jualan pulsa kok!” seruku ketika Aida berhenti berbicara.
    “Lho kamu jualan ta, Vit?” tanyanya dengan nada yang cukup senang. “Yaudah aku beli ya 5000 di nomorku.”
    Aku mengangguk pasti.
    “Vit, kamu jualan pulsa ta?” tanya Fatus teman sebangkuku saat Aida pergi menjauh.
    “Iya.”
    “Kenapa gak ngomong dari dulu, tau gitu kan aku beli pulsa aja di kamu.”
    Aku hanya tersenyum kecut.
    Sejak saat itu teman-temanku tahu jika aku jualan pulsa dan beberapa dari mereka ada yang membeli pulsa kepadaku. Waktu pun terus berjalan hingga aku duduk di kelas 11. Aku tetap ingin membangun sebuah sekolah untuk anak jalanan dan tetap berjualan pulsa.
    Tetapi ada hal yang mengganjal cita-citaku. Saat aku membaca sebuah artikel di internet mengenai jurusan perguruan tinggi yang agak sulit untuk mendapatan pekerjaan, jurusan psikologi masuk ke dalamnya. Memang itu belum pasti, tetapi entah mengapa artikel itu sedikit membuatku ragu.
    Bagaimana jika benar, jurusan psikologi sulit untuk mendapatkan pekerjaan? Aku harus memikirkan ulang mengenai cita-citaku. Lagi-lagi aku pusing dengan pekerjaan yang cocok agar aku bisa membangun sekolah untuk anak jalanan itu.
    Hari ini adalah hari Sabtu, dimana hari yang biasa aku gunakan untuk menghilangkan penat dari pelajaran yang aku cerna dari hari Senin hingga Jumat. Aku menonton sebuah film Thailand yang di perankan oleh Pachara Chirathivat, aktor Thailand yang mulai terkenal dari film pertamanya Suckseed. Film kali ini berjudul “Top Secret The Billionaire”. Dan itu adalah kisah nyata dari seorang pengusaha muda.
    Film itu bercerita tentang TOP, seorang pengusaha muda yang sukses berbisnis saat usianya baru 19 tahun. Perjalanannya tak mudah, mulai dari di tipu orang hingga penyitaan rumahnya. Namun karena sifat pantang menyerahnya, dia mampu sukses dan makanan ringannya pun terjual hingga ke mancanegara termasuk Indonesia.
    Film itu sungguh menginspirasiku. Mungkin jika aku menjadi seorang pengusaha, aku bisa menjadi mewujudkan impianku membangun sekolah untuk anak jalanan. Iya, aku yakin itu. Tapi, aku harus memulai dari bisnis apa? Lagi dan lagi, hal itu yang selalu menjadi pengahalang besar impianku.
    “Permisi” ucap tetanggaku sambil membawa semangkuk pangsit yang terlihat menggiurkan, Tante Widi.
    Aku segera keluar dan mendatangi Tante Widi.
    “Ini pangsit yang akan di jual nanti, silahkan di coba.” Tante Widi memberikan mangkuk yang dibawanya.
    “Oh iya, tante. Terima kasih.” Aku mengambil mangkuk itu. “Gratis kan, tante?”
    “Iya gratis kok, tapi kalau mau nambah beli ya!” Jawab Tante Widi sambil tersenyum kecil kemudian berjalan menjauh dariku menuuju rumah tetanggaku yang lain.
    Belum ada satu bulan, warung Tante Widi cukup ramai dan bisa di bilang usahanya cukup sukses untuk seseorang yang baru memulai bisnisnya. Apa mungkin jika membuka warung makan, aku bisa memperoleh banyak keuntungan? Mungkin saja, lagipula banyak orang yang akan membutuhkan makanan dan minuman.
    Sudah aku putuskan jika aku akan membuka usaha warung makan. Mungkin bukan warung makan biasa. Aku akan membuka sebuah cafe. Cafe yang sukses hingga membuka cabang di seluruh Indonesia dan juga mancanegara. Lagipula banyak pengangguran di Indonesia yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Tapi, darimana aku mendapatkan modal untuk usahaku itu?
    Oh iya, aku sekarang masih menjadi agen pulsa. Mungkin keuntungan yang aku dapat bisa di tabung dan di jadikan modal usahaku itu. Tapi apakah cukup hanya dengan berjualan pulsa? Aku harus memikirkan ulang mengenai ini.
    “Tukang parkir itu gak bisa di anggap remeh. Masa iya penghasilannya melebihi gaji guru.” Kata ibuku tak habis pikir.
    “Iya bu, sekarang saja parkir 2000.” Sahut masku yang sedang memandangi laptopnya. “Nah kalau yang parkir ada 100, kan lumayan sudah dapat 200.000. Itu baru sehari.”
    “Lha iya, kalau di hitung-hitung ya sekitar 6.000.000 per bulan.” Ucap ibuku sambil berjalan menjauh ke arah dapur. “Iya kalau yang parkir hanya 100, kalau lebih?”
    Aku hanya terdiam mendengar pembicaraan ibuku dan masku.
    Aku masih tak habis pikir, tukang parkir saja bisa menghasilkan uang 6.000.000 per bulan. Aku salut dengan mereka. Apa iya aku harus membuka lahan parkir juga agar dapat membuka cafe dan membangun sebuah sekolah untuk anak jalanan? Tapi itu bisa di pikirkan.
    Penghasilan tukang parkir satu hari saja sudah lumayan banyak. Mungkin aku akan membuka lahan parkir di tempat strategis. Apalagi sekarang anak sekolah tidak boleh membawa kendaraan yang membutuhkan SIM dan bisa saja mereka parkir di luar sekolah. Itu membuat keuntungan yang lebih bagi tukang parkir.
    Tapi, biarlah waktu berjalan dulu. Mungkin aku harus memikirkan pelajaran-pelajaran yang harus aku cerna terlebih dahulu. Baru jika aku lulus SMA nanti, aku akan kembali memikirkan cara untuk membangun sebuah cafe dan sebuah sekolah untuk anak jalanan. Dan aku yakin aku bisa mewujudkan cita-citaku itu.
    The End.

    Apakah cerita  ini berakhir? Tidak, cita-citaku belum terwujud. Dan aku harus berhasil mewujudkan cita-citaku itu. Aku harus bisa menjadi orang yang berguna di dunia ini. Ya, aku pasti bisa. Tapi untuk sekarang, mungkin hanya ini yang bisa aku ceritakan.
  • IN THE MYSTERY DAY Part 3

    Pagi itu aku terlambat bangun . Karena kejadian semalam , aku tak bisa tidur , dan alhasil sekarang aku terlambat . Aku segera berlari menuju sekolah . Gawat aku bisa bisa aku di hukum Pak Bandi .
    Sesampainya di sekolah , Pak Bandi sudah berdiri di Lapangan . Dan tanpa di suruh aku menyerahkan diri . Tapi anehnya Pak Bandi tak melihatku dan malah pergi meninggalkanku . Dan sebelum Pak Bandi pergi , beliau sempat memegang lehernya dengan raut wajah aneh . Sudahlah buat apa aku fikirkan yang penting aku tak kena hukum guru yang satu ini . Aku segera pergi ke kelas .
    Di kelas , aku harus bersyukur karena belum ada guru yang mengisi jam . Tapi kenapa , anak anak tidak mempedulikan aku yag datang terlambat . Biasanya kan pasti sudah di ejek ejek . Dan juga anehnya ,  sahabatku Lala yang selalu bersamaku sekarang dia duduk di depan dengan Diana .
    “ Ih kenapa lagi sih , apa salahku sama dia ? koq bisa bisanya dia duduk di depan bersama Diana si cewek caper itu .” omelku .
    Aku dan Lala sudah bersahabat sejak SMP . Lala itu anak yang baik . Dia selalu mengalah denganku . Tak biasanya dia  pindah tempat duduk kalau ada masalah denganku . Yang ada aku yang pindah .
    Aku segera berjalan menuju bangku yang biasanya aku duduki bersama Lala .
    Tak lama kemudian muncul seorang guru dari balik pintu . Eh tidak , itu bukan guru melainkan kepala sekolah . Tapi beliau masuk tak hanya sendiri beliau bersama seorang cowok . Siapa cowok itu ? dia tampak tak asing bagiku .
    “ Murid-muridku , hari ini kalian mendapat teman lama .. “ kata Kepala sekolah .
    Semua anak tampak kebingungan. Itu karena Kepala Sekolah berkata teman lama.
    Cowok yang berada di sebelah tersenyum melihat anak anak kebingungan .
    “ Sudah dari pada kalian bingung , mendingan tanya sendiri pada teman lama kalian ini .” kata Kepala sekolah yang kemudian pergi meninggalkan kelas kami .
    “ Kau ini siapa sebenarnya ? “ Tanya si ketua kelas .
    Lagi lagi cowok itu hanya tersenyum .
    “ Kau ini bisu ya ? “ Tanya si anak paling nakal di kelas .
    “ Tenang , aku ini adalah bagian dari kelas ini !” jawab cowok itu dengan tenang.
    “ Siapa kamu ? “ Tanya ketua kelas.
    “Aku adalah sainganmu ketua kelas!”katanya dengan senyum menyindir.
    “Apa kau ini adalah Ciko?”Tanya Lala ragu-ragu.
    Cowok itu hanya tersenyum.
    “Dasar Ciko tetep aja sifatnya kayak dulu.”sahut anak lelaki yang dulunya sering ngumpul bareng Ciko.
    Apa benar itu Ciko. Cowok keren plus pinter itu sudah kembali? Cowok yang selama ini menjadi temen dekatku dan yang aku taksir sejak pertama kali bertemu sudah kembali dari Australia. Walau bukan hanya aku yang naksir dia. Bahkan Lala juga naksir sama dia.
    “Kamu berubah sekali. Kamu terlihat cold deh!” kata Diana sok akrab.
    “Bener, aku aja sampai gak ngenalin kamu.” Imbuh salah seorang cewek yang juga naksir sama Ciko. Aku tau hal itu karena Ciko sendiri yang memberi tahuku.
    Ciko hanya tersenyum dan melihat sekeliling . Dan saat melihatku dia tampak begitu terkejut .
    “ Dasar cowok , bukannya senang karena bisa bertemu aku lagi tapi malah terkejut.” gerutuku.
    Dari balik pintu , Bu Gina datang dan segera memulai pelajaran.
    Ciko pun segera pergi ke bangku ku .
    “ Kapan kamu pulang ? ” tanyaku senang .
    Ciko melihatku seakan kebingungan .
    “ Kamu kenapa ? “
    “ Nanti pulang kita lanjutin ya ! “ bisik Ciko tanpa memandangku sedikit pun .
    “ Kenapa harus waktu pulang.Kenapa tidak waktu istirahat ? “ tanyaku sedikit jengkel .
    “Waktu istirahat aku ingin bersama dengan teman temanku dulu “
    “ Baiklah “ jawabku jengkel .
    ****
    “ Ciko tunggu … “ teriakku memanggil Ciko yang sudah berjalan terlebih dahulu .
    Tapi Ciko tak menoleh dan lebih asyik berjalan bersama teman temannya.
    Kali ini tak ada ampun untuk Ciko . Sejak tadi aku di cuekkin . Aku pun duduk kembali di dalam kelas .Aku benar benar seperti di cuekkin sama semua orang . Sebenarnya apa salahku?
    Tak lama kemudian , Ciko muncul dan duduk di sebelahku .
    “ Kamu kenapa masih di sini ? ” Tanya Ciko
    Aku hanya diam tak melihat wajahnya sedikit pun .
    “ Kamu belum tenang ya ?”
    Belum tenang . apa maksudnya?
    “ Apa ada urusan yang belum kamu selesaikan ? “ Tanyanya lagi lagi yang membuat aku bingung .
    “ Apa yang kau maksud ? “ tanyaku tetap memalingkan wajahku .
    “ Ciko , sedang apa kamu di sini ? ” Tiba tiba terdengar suara dari luar dan terus mendekat ke arah ku dan Ciko .
    “ Oh , kamu Lala . “
    “Apa ada barang yang tertinggal? “ Tanya Lala yang  menurutku itu sok perhatian banget.
    Aku yang semakin panas mendengar Lala sok perhatian ke Ciko di depan ku sendiri, langsung pergi meninggalkan mereka berdua .
    “ Apa apaan sih Lala itu , kalo dia marah sama aku ya jangan begini dong caranya .” ocehku di tengah perjalanan.
    Tiba tiba dari arah belakang terdengar sesuatu yang menjanggal . Seperti bunyi sepatu seeorang . Tak biasanya aku merasa jiwa ku terancam . Padahal itu hanyalah bunyi sepatu sesorang .
    Ku beranikan diriku tuk melihat ke belakang . Baru kali ini aku merasa takut jika mendengar bunyi langkah kaki seseorang . Dengan keberanian yang sudah tinggal tiga puluh persen , aku melihat ke arah belakang . Tapi saat aku menoleh ke arah belakang … tak ada siapa pun di sana .
    “ Itu hanya perasaanku saja mngkin .” kataku menyemangati diriku . Dan segera menerusakan pejalanan.
    Dan saat aku membalik badan ku …
    “ AAAAHHHHH … ” Teriakku ketika melihat sesuatu yang aku sendiri juga tak seberapa jelas karena langsung ku tutupi mataku dengan tangan .
    “ Zeta .. “ kata seorang dengan suara beratnya .
    Lagi lagi dengan keberanian yang tinggal nol koma satu persen ku membuka mataku . Ku akhirnya bisa bernafas lega karena ternyata dia adalah Ciko .
    “ Ciko , mengapa kau mengagetkan ku ? “ tanyaku yang jengkel karena dia datang begitu saja .
    “ Apa aku benar benar telah mengagetkan kamu ? “ Tanyanya balik tanpa ada perasaan bersalah padaku .
    “ Terserah . “ jawabku ketus dan meninggalkanya sendirian .
    “ Zeta tunggu lah “
    Aku terus berjalan tanpa menghiraukannya .
    “ Zeta , kamu salah faham . Kali ini aku sangat ingin kamu membantuku . “
    “ Apa katanya. Sangat ingin ? Enak saja dari tadi aku juga sangat ingin berbicara padanya , api malah di cuekin .” omelku sendiri jauh meninggalkan Ciko.
    “ Ayo lah Zeta , aku benar benar butuh kamu kali ini. Hanya kamu yang bisa.“
    Ya ampun… kata kata yang barusan keluar dari mulutnya seperti aku adalah orang yang paling di butuhkan olehnya.
    “Kenapa harus aku? Kenapa tidak si Lala saja?” jawabku sok jual mahal.
    “Karena hanya kamu lah yang bisa. Dan tak bisa di gantikan orang lain.”
    Aduh jawabannya membuat aku melayang lagi.
    “Memang bantuan apa?”
    Ciko tersenyum.”Nanti sore datanglah ke rumahku.”

    ****
  • Hadiah Untuk Surabaya

    Kali ini saya akan menceritakan mengenai Kota saya tercinta yaitu kota Surabaya. Yap, karena hari ini bertepatan dengan HUT Surabaya yang ke 721 tahun. Sekaligus sebagai pengingat kita khususnya warga Surabaya agar tidak melupakan sejarah berdirinya Kota Surabaya.


    Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, sedangkan wilayah Gerbangkertosusila (Wilayah Metropolitan Surabaya) merupakan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Kota Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia bagian timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya (buaya) dan akhirnya menjadi kota Surabaya
    Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara Sura dengan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa.Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas,sama-sama cerdik, sama-sama ganas dan sama-sama rakus.Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. akhirnya mereka mengadakan kesepakatan. "Aku bosan terus-menerus berkelahi, Buaya," kata Sura. "Aku juga, Sura.Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak lagi berkelahi?" tanya Buaya. Sura sudah punya rencana untuk menghentikan perkelahiannya dengan Buaya segera menerangkan. "Untuk mencegah perkelahian di antara kita,sebaiknya kita membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Aku berkuasa sepenuhnya di dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air,sedangkan kamu barkuasa di daratan dan mangsamu harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air, kita tentukan batasnya,yaitu tempat yang dicapai oleh air laut pada waktu pasang surut!" "Baik aku setujui gagasanmu itu!" kata Buaya.
    Dengan adanya pembagian wilayah kekuasaan, maka tidak ada lagi perkelahian antara Sura dan Buaya. Keduanya telah sepakat untuk menghormati wilayah masing-masing. Tetapi pada suatu hari, Sura mencari mangsa di sungai. Hal ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi agar Buaya tidak mengetahui. Mula-mula hal ini memang tidak ketahuan. Tetapi pada suatu hari Buaya memergoki perbuatan Sura ini.Tentu saja Buaya sangat marah melihat Sura melanggar janjinya. "Hai Sura, mengapa kamu melanggar peraturan yang telah kita sepakati berdua? Mengapa kamu berani memasuki sungai yang merupakan wilayah kekuasaanku?" tanya Buaya. Sura yang merasa tak bersalah tenang-tenang saja. "Aku melanggar kesepakatan? Bukankah sungai ini berair.Bukankah aku sudah bilang, bahwa aku adalah penguasa di air? Nah, sungai ini 'kan ada airnya, jadi juga termasuk daerah kekuasaanku, " Kata Sura. "Apa? Sungai itu 'kan tempatnya di darat, sedang daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu adalah darerah kekuasaanku!" Buaya ngotot. "Tidak bisa. Aku 'kan tidak pernah bilang kalau di air itu hanya air laut, tetapi juga airsungai" jawab Hiu Sura? "Kau sengaja mencari gara-gara,Sura?" "Tidak! kukira alasanku cukup kuat dan aku memang dipihak yang benar!" kata Sura. "Kau sengaja mengakaliku.Aku tidak sebodoh yang kau kira!" kata Buaya mulai ,marah. "Aku tidak perduli kau bodoh atau pintar, yang penting air sungai dan air laut adalah kekuasaanku!" Sura tak mau kalah. Karena tidak ada yang mau mengalah, maka pertempuran sengit antara Sura dan Buaya terjadi lagi.
    Pertarungan kali ini semakin seru dan dahsyat. Saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul. Dalam waktu sekejap, air disekitarnya menjadi merah oleh darah yang keluar dari luka-luka kedua binatang tersebut. Mereka terus bertarung mati-matian tanpa istirahat sama sekali. Dalam pertarungan dahsyat ini, Buaya mendapat gigitan Sura di pangkal ekornya sebelah kanan. Selanjutnya, ekornya itu terpaksa selalu membengkok kekiri. Sementara ikan Sura juga tergigit ekornya hingga hampir putus, lalu Sura kembali ke lautan. Buaya puas telah dapat mempertahankan daerahnya.
    Pertarungan antara Sura dan Buaya ini sangat berkesan di hati masyarakat Surabaya. Oleh karena itu,nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa ini. Dari peristiwa inilah kemudian dibuat lambang Kota Surabaya yaitu gambar " sura dan buaya". Namun ada juga sebahagian berpendapat, asal usul Surabaya berasal dari kata Sura dan Baya. Sura berarti Jaya atau selamat. Baya berarti bahaya, jadi Surabaya berarti "selamat menghadapi bahaya". Bahaya yang dimaksud adalah serangan tentara Tar-tar yang hendak menghukum Raja Jawa.Seharusnya yang dihukum adalah Kartanegara, karena Kartanegara sudah tewas terbunuh, maka Jayakatwang yang diserbu oleh tentara Tar-tar itu. Setelah mengalahkan Jayakatwang, orang Tar-tar itu merampas harta benda dan puluhan gadis-gadis cantik untuk dibawa keTiongkok. Raden Wijaya tidak terima diperlakukan seperti itu. Dengan siasat yang jitu, Raden Wijaya menyerang tentara Tar-tar di pelabuhan Ujung Galuh hingga mereka menyingkir kembali ke Tiongkok. Selanjutnya, dari hari peristiwa kemenangan Raden Wijaya inilah ditetapkan sebagai hari jadi Kota Surabaya, yaitu tanggal 31 Mei.
    Heroisme masyarakat Surabaya paling tergambar dalam pertempuran 10 Nopember 1945. Arek-arek Suroboyo, sebutan untuk orang Surabaya, dengan berbekal bambu runcing berani melawan pasukan sekutu yang memiliki persenjataan canggih. Puluhan ribu warga meninggal membela tanah air. Peristiwa heroik ini kemudian diabadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan. Sehingga membuat Surabaya dilabeli sebagai Kota Pahlawan.
  • Makna Hari Kartini



    Ibu kita Kartini, putri sejati
    Putri Indonesia, harum namanya

    Ibu kita Kartini, pendekar bangsa
    Pendekar kaumnya untuk merdeka

    Wahai ibu kita Kartini
    Putri yang mulia
    Sungguh besar cita-citanya
    Bagi Indonesia
    Ibu kita kartini, putri jauhari
    Putri yang berjasa seindonesia
    Wahai ibu kita kartini
    Putri yang mulia
    Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia

               
                Hayo, siapa yang ingat lagu itu? Ya lagu itu mengingatkan kita pada wanita yang lahir pada tanggal 21 April 1879. Wanita yang telah memperjuangkan hak-hak wanita di Indonesia. Wanita yang telah memerdekakan kaumnya. Tanpa beliau mungkin tidak ada wanita di Indonesia yang menempuh pendidikan hingga tingkat tertinggi dan juga tidak ada wanita yang mempunyai pekerjaan di luar rumah. Beliau adalah wanita yang mulia, yang memiliki cita-cita yang besar. Beliau adalah R.A. Kartini

                 R.A Kartini adalah pahlawan untuk wanita di Indonesia. Oleh karena itu, setiap tanggal 21 April kita akan memperingati hari Kartini. Mungkin sekarang banyak yang bilang untuk apa memperingati hari yang tidak penting seperti itu. Trus, harus mengenakan kebaya yang sangat tidak trend an jadul banget.
                Tapi, tidakkah  kita berfikir tanpa adanya ibu Kartini, mungkin sekarang kita, kaum wanita tidak akan bisa bebas keluar rumah juga tidak punya kedudukan yang sama dengan anak laki-laki. Kita akan berada di rumah terus dan tidak boleh melakukan apapun. Kita hanya boleh melakukan 3M (Masak, Macak, Manak). Idih, males banget tuh. Trus kita akan di anak tirikan oleh dunia ini. Apalagi di Indonesia. Lihat saja sekarang antara yang miskin dan kaya saja di bedakan, bayangkan saja jika ibu Kartini tidak ada. Mungkin kita juga akan mendapatkan perlakuan yang beda. Apalagi kalau kita nih, bukan termasuk bangsawan. Kasiannn...
                So, kita itu harus memperingati hari Kartini untuk mengingat jasa-jasanya yang begitu besar untuk kaum kita, wanita. Ingetkan, tanda beliau kita tidak ada apa-apanya di mata orang-orang lelaki. Gak mau kan kita hanya melakukan 3M? Ayo kita tetap memperingati hari Kartini dengan rasa senang dan bangga. Ganbatte!!
  • Would you be my boyfriend? Part 2

    Komet tersadar dari pingsannya. Perlahan penglihatannya semakin jelas. Setelah penglihatannya jelas, dia berusaha duduk sambil memegangi kepalanya yang berat. Tanpa Komet sadari, sebuah tangan membantunya untuk duduk.
    “Apa kamu sudah tak apa ?” Tanya seseorang dengan suara beratnya dari arah belakang.
    Komet pun menoleh ke asal suara itu.Kamu siapa ?”
    “Apa kamu tak mengenaliku ?” Ardan kembali bertanya.
    Komet menggelengkan kepalanya yang berat karena pusing masih terasa.
    “Aku ini Ardan. Apa kamu tak tahu?”
    Lagi-lagi Komet menggelengkan kepalanya.
    Sebenarnya Ardan adalah actor terkenal yang sudah bermain beberapa judul layar lebar, bermain beberapa judul sinetron, menjadi model beberapa iklan, dan sering kali menjadi cover sebuah majalah. Dia pun sama seperti halnya Meteor. Masuk ke sini bukan karena kemauannya dan dia pun juga mendapat uang karena mau sekolah di sini walaupun tak sebanyak Meteor. Dia masuk ke Teater class bagian tokoh utama. Dan masuk ke dalam kelas A+.
    Tapi karena Komet tak pernah menonton TV atau pun membeli majalah jadi dia tak tahu bahwa Ardan adalah seorang artis yang terkenal. Itu karena Komet tidak peduli dengan urusan orang lain.
    “Ya sudah deh, gak usah di pikirin. By the way, maaf ya sudah nimpuk kepala kamu pakek bola basket.” Ucap Ardan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
    Komet terdiam sejenak berusaha mengingat apa yang terjadi. Lalu kemudian menganggukkan kepalanya.
    Nama kamu siapa?” tanya Ardan mengalihkan pembicaraan.
    “Komet”
    “Nama yang cukup bagus. Jurusan apa?”
    “Teater class bagian membuat cerita.”
    “Oh ya, aku juga masuk di Teater class bagian tokoh utama”
    “Bagian tokoh utama?”
    Ardan pun menganggukkan kepalanya dengan cepat.
     “Emm, boleh minta nomor ponselmu? Mungkin saja aku bisa mengusulkan ceritamu untuk di gunakan dalam sesi berikutnya.”kata Ardan sambil memberikan ponselnya pada Komet.
    Komet segera mengetik nomor ponselnya dan memberikan pada Ardan kembali.
    “Okey” Kata Ardan sambil mengambil ponselnya kembali.
    “Apa kamu sudah tak apa?”
    Komet mengangguk.
    “Kalau gitu aku tinggal dulu ya, aku sudah terlambat ke lokasi syuting.”
    Komet kembali mengangguk.
    Ardan pun segera pergi meninggalkan Komet seorang diri.
    Komet pun kembali membaringkan tubuhnya ke ranjang lagi setelah tubuh Ardan tak terlihat .
    ****
    “Hey, apa kamu sudah tak apa Komet?”Tanya Shasya setelah Komet keluar dari UKS.
    Komet hanya menggeleng kepalanya.
    “Sebenarnya apa yang terjadi?”
    Komet hanya terdiam.
    “Ayo lah, jangan diam saja. Cerita padaku!” kata Shasya sedikit memaksa.
    Komet melihat kearah Shasya dan kembali terdiam.
    Shasya pun tak tahu harus berbuat apa.
    Mereka berdua pun sama-sama terdiam dalam lamunan. Tak ada apa pun yang dapat  di bicarakan lagi.
    “Meteor…” teriak beberapa gadis saat melihat Meteor yang melewati lobi.
    “Meteoooorrrr….” Terikan mereka semakin histeris.
    Sepertinya itu hal yang biasa bagi Meteor dan murid yang ada di Zeal Art ini.
    Meteor hanya menebarkan senyuman yang menawan pada gadis-gadis itu sambil terus berjalan melewati meja Komet.
    Komet memandang Meteor terus tanpa henti hingga saat Meteor masuk ke ruang kepala sekolah.
    “Hei, kamu kenapa ngliatin Meteor sampai segitunya? Apa kamu juga Meteorit?”
    Meteorit?”
    “Iya, nama fansnya Meteor. Kamu tidak tahu ya?”
    Komet menggelengkan kepalanya dengan lugu.
    Shasya hanya tersenyum sambil menepuk pundaknya.
    “Kkrriinngg…” bunyi bel sekolah pun berbunyi.
    Semua siswa bergegas meninggalkan kantin. Tapi tidak dengan Komet yang tampaknya kebingungan.
    ****
    Komet mengendap-endap mengikuti Meteor sejak keluar dari ruang Kepala Sekolah.
    Tapi sepertinya Meteor mengetahui hal itu. Tapi dia hanya tersenyum. Bagaimana tidak tahu, di depan sana ada satu tiang yang di lapisi cermin sehingga Komet terlihat kalau dia sedang mengikuti Meteor.
    “Meteor..”sapa seorang cewek yang memiliki tubuh yang dapat di kategorikan seksi.
    Meteor menghentikan langkahnya. Dan balik menyapanya.
    “Hai…”
    “I am a Meteorit..”
    “Really?”
    Cewek itu mengangguk.
    “Do you want to take photo with me ?” Tanya cewek itu dengan paksa.
    Tapi Meteor tetap tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
    Komet melihat hal itu dari balik tiang yang sepertinya cukup lebar untuk bersembunyi.
    “Hey kamu yang di sana..”panggil cewek itu.
    Komet segera bersembunyi di balik tiang, dia takut jika Meteor sampai melihatnya karena cewek itu seperti melihat ke arahnya.
    “Ngapain pakek sembunyi sih..”
    Komet kebingungan dan dia pun menunjukkan kepalanya untuk melihat siapa yang di maksud cewek itu.
    “Aduh buruan sini..” panggil cewek itu sambil menggerakkan tangannya yang menandakan Komet harus ke sana.
    Komet melihat sekelilingnya. Takada siapapun. Komet berfikir sejenak. Dan kemudian dia menunjuk dirinya sendiri.
    “Iya, kamu siapa lagi.”
    Komet berjalan menuju kearah Meteor dan cewek itu.
    “Tolong fotoin ya..”kata cewek itu sambil memberikan ponselnya pada Komet.
    Komet segera memoto mereka. Dan mengembalikan ponsel yang di pegangnya pada cewek itu.
    Cewek itu segera pergi dan meninggalkan mereka berdua.
    “Sejak kapan kamu berada di balik tiang itu?” Tanya Meteor pura-pura tidak tahu.
    “Barusan saja.”
    Meteor mengangguk pelan sambil tersenyum.
    “Su…sudah dulu ya, aku mau kembali ke kelas.”Kata Komet yang semakin salah tingkah. Dia pun segera membalikkan badannya dan berniat kembali ke kelasnya.
    Tapi tiba-tiba tubuhnya di tarik dan jatuh dalam pelukkan Meteor.
    “Apa kamu mau ikut aku minum teh sebentar?”
    Antara sadar dan tidak sadar Komet menganggukkan kepalanya. Dia masih dalam keadaan shok, Meteor membuat tubuh Komet terlalu dekat dengan tubuhnya.

    ****
  • Diberdayakan oleh Blogger.
    - See more at: http://www.komputerseo.com/2010/12/cara-memasang-gambar-animasi-lucu-di.html#sthash.AVdlx4AU.dpuf

    Pengikut

    Translate

    WHAT WE DO

    We've been developing corporate tailored services for clients for 30 years.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    ScorpioSeven

    • Street :Road Street 00
    • Person :Person
    • Phone :+045 123 755 755
    • Country :POLAND
    • Email :contact@heaven.com

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.